Tahun ini tidak menutupku dengan rapi, tahun ini sangat kasar tapi juga jujur. Tahun ini tidak memeberiku jawaban besar tapi memberiku kesadaran yang penting. Aku bisa bangkit sendiri, membersihkan luka sendiri, dan melanjutkan langkah dengan sadar.
Menjelang akhir tahun, hidupku seperti sengaja menunjukan semuanya dalam satu waktu. capek, ribet, perih, tapi anehnya ada rasa mantap juga haha...
Dua hari lalu aku mengalami kecelakaan, bukan sampai dramatis dengan sirine ambulans.. cuma tubuh yang terseret aspal, alhirnya berdarah, lecet dan memar di kaki, tangan, dan sedikit robekan di bibir bagian dalam. sakit, ngilu dan perih, karena kebetulan saat aku kecelakaan di depan sebuah rumah yang saat itu lagi ramai... jadi untunglah ada beberapa orang baik membantuku. dan kebetulannya di sana ada perawat juga... jadi aku sekalian ditangani disana.
Aku tidak menjadikan kecelakaan ini sebagai tontonan publik sosial media manapun, jadi sedikit sekali orang yg tau tentang yang terjadi hari ini, bahkan orang tuaku.. hanya mamah saja yg tau, tapi tidak begitu kutunjukkan aku banyak terluka.. ketika kumpul bersama orang-orang aku terlihat sehat, karena luka luka tertutup dibalik celana dan baju panjang, sampai akhirnya seorang teman menyentuh ku tepat di bagian luka itu.. hingga membuatku berteriak kesakitan..
Semua orang terkekut melihat responku, tentu saja tidak ada yng menyangkan ada luka yang masih basah dan di perban dibalik pakaian itu..
Disitu aku sadar sesuatu, selama ini orang orang menganggapku baik-baik saja dalam hal apapun karena aku memang jarang bisa menunjukkan bahwa aku sedang kenapa kenapa, kecuali pada orang orang tertentu biasanya. Lalu soal kecelakaan ini, ini bukan cuma tentang kecelakaan kecil, ini simbol dan peringatan agar aku sedikit pelan...
Karena beberapa hari sebelumnya, aku sedang membereskan hidup. memilah, menyusun ulang rencana, dan tanpa sadar menyentuh identitasku sendri. aku bertanya pada diriku sendiri apa yang perlu kubawa ke depan, dan apa yang cukup ku tinggalkan di sini.
Aku lelah,
Secara fisik, mental, dan emosional. tapi ini bukan lelah yang ingin menyerah. ini lelah orang yang sudah berjalan jauh, jatuh bangun dan masih memilih berdiri. Rasanya seperti berada di akhir sebuah permainan panjang. energi hampir habis, yang tersisa hanya keheningan dan satu titik kecil untuk berhenti.
Bukan garis akhir, bukan selebrasi, hanya satu tempat aman untuk berhenti sejenak dan berkata "aku masih hidup, aku masih di sini."
Tahun ini tidak menutupku dengan rapi, tahun ini sangat kasar tapi juga jujur. Tahun ini tidak memeberiku jawaban besar tapi memberiku kesadaran yang penting. Aku bisa bangkit sendiri, membersihkan luka sendiri, dan melanjutkan langkah dengan sadar.
Aku tidak keluar dari tahun ini sebagai pemenang yang berteriak, aku keluar sebagai seseorang yang berdiri lecet penuh luka, pegal, tapi aku utuh. dan entah kenapa di tengah semua ini, aku tersenyum kecil dan berfikir: "mantap juga ya."
Bukan karena semuanya baik-baik saja, tapi karena tahun ini telah membuat aku memilih hidupku dengan tanganku sendiri

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir, tinggalkan komentar jika ada yang ingin kamu bagi. Aku membaca semuanya...